Cari Dukungan, PM Nuri Al-Maliki Tingkatkan Kompensasi Bagi Warga Sunni di Anbar
Pemerintah Irak telah mengalokasikan dana sebesar 20 miliar dinar (sekira $ 16 juta) untuk kompensasi keluarga korban yang menderita karena operasi militer yang sedang berlangsung di provinsi barat didominasi Sunni itu, kata seorang pejabat provinsi Anbar, Jumat, (28/02).
“Al-Maliki sepakat untuk meningkatkan paket senilai 30 miliar dinar atas permintaan dari dewan lokal provinsi,” kata Deputi Gubernur Faleh al-Essawi kepada Anadolu Agency.
“Penulis lokal Anbar mengatakan kepada Perdana Menteri bahwa paket yang telah ditentukan oleh Kabinet itu tidak cukup untuk mengimbangi semua pengungsi yang rumah dan propertinya mengalami kerusakan,” tambahnya.
Al-Essawi mengutip pernyataan al-Maliki yang menegaskan bahwa paket tersebut dapat ditingkatkan hingga 50 persen, menyerukan para pengungsi yang telah meninggalkan propinsi itu untuk kembali ke rumahnya masing-masing.
Menurut perkiraan resmi terbaru, sekitar 60.000 keluarga telah mengungsi dari Anbar sejak awal setelah operasi militer yang digelar Nuri Al-Maliki, Desember lalu.
Menurut pejabat Kabinet, pemerintah telah menetapkan 2 miliar dinar (sekitar $ 1.8juta) untuk bantuan darurat kepada keluarga pengungsi dan mendistribusikan 10 miliar dinar (sekitar $ 9 juta) untuk keluarga pengungsi di luar Anbar.
Al-Essawi sebelumnya mengatakan bahwa 1.700 keluarga telah kembali ke ibukota provinsi, Ramadi, setelah pasukan pemerintah kembali menguasai beberapa wilayah kabupaten menyusul konfrontasi kekerasan dengan anggota suku bersenjata dan mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam. [sdqfajar]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar